Rabu, 25 Februari 2015

Wings of Melodies~LoveStory Edition - Chapter 1



'P
erasaan yang ingin kujaga kini, akan kubawa hingga akhir hayatku…'
“Aku sudah siap, bu!”
“Apa benar kau tidak apa-apa sendirian, nak? Ibu khawatir padamu”
“Tenang saja, bu. Aku kuat kok! Aku akan berusaha dengan baik!”
“Baiklah kalau itu memang keinginanmu”
“Kalau begitu aku berangkat ya, bu!”
“Hati-hati ya!”
'Dan jalan menuju takdir itu.. akan kumulai hari ini…'


Musim semi, London.
“Waaah, benar-benar ramaaai!!”
Seorang gadis yang baru tiba di ibukota Inggris itu berdiri didepan stasiun sambil berdecak kagum melihat keramaian pusat kota. Ia begitu senang melihatnya, dan berharap...
‘Untukku yang pertama kali datang ke London, benar-benar..’
“Hei, kau yang ada di sana!! Tolong tangkap petinyaaa!!”
“Hah!?”
‘Sesuatu.. yang tidak pernah kusangka sebelumnya..’
Sebuah kotak kecil berupa peti harta karun itu melayang di atasnya. Gadis itu baru menyadarinya saat seseorang berteriak meminta dia menangkap petinya, namun...
BRUK!
“Uuuggh~~”
Sayangnya, ia gagal menangkapnya.
Seorang cowok yang teriak tadi menghampiri gadis yang terduduk di jalanan gara-gara tertimpa peti itu. Sekilas, gadis itu tampak tertawan dengan tampannya pria itu, namun...
“Kau ini!! Sudah kubilang tangkap kenapa tidak kau lakukan!?”
Seketika gadis itu langsung mengubur dalam-dalam kesan pertamanya melihat cowok itu saat ia dimarahi olehnya dengan tampang menyebalkan.
“Aku sudah tangkap kok! Hanya saja tidak kena!! Kenapa kau jadi marah-marah!?”
“Soalnya isi peti ini penting sekali!! Kalau rusak,, kau harus tanggung jawab!!”
“Apa!? Apa-apaan kau ini!? Belum kenal sudah minta pertanggung jawaban seperti itu!!”
Mereka terus beradu mulut. Namun tepat sebelum menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitar, seorang teman si cowok itu memanggilnya dari kejauhan.
“Hei Johan,, sudah ketemu belum!? Ayo cepaat!!”
“Baik!! Dasar cewek memang merepotkan!”
“Apa!? Dasar laki-laki egois!!”
“Uugh~~ baiklah baik!! Aku minta maaf!! Sampai ketemu lagi!!”
Gadis itu kemudian memasang tampang kesal setelah cowok itu pergi. Kesal, sekaligus heran karena sebelum cowok itu pergi, ia...
‘Kenapa tiba-tiba dia tersenyum begitu!? Benar-benar menyebalkan!!’
“Ah gawat!! Aku harus segera ke sana!! Tapii~~ bagaimana mencari alamat ini di London yang seluas inii!!”

Sebuah mobil polisi tiba di sebuah gedung yang sangat mewah. Gadis itu turun dari mobil itu. Yap, ia menanyakan alamat yang menjadi tujuannya itu ke kantor polisi yang beruntungnya bersedia mengantarnya ke tempat ini.
“Nah,, di sini!!”
“Ah, terima kasih banyak!!”
BRRUUM! Mobil polisi itu pun berlalu.
“Huuh,, untunglah ada yang bersedia mengantarku sampai ke sekolah ini.. waah,, besaaarr!!!”
‘Tujuanku adalah Perguruan Afiliasi Universitas Escoriale, merupakan perguruan yang terkenal di seluruh Inggris. Ini merupakan perguruan untuk anak kalangan politik, bisnis,  bahkan semua ahli kebidangan seluruh Inggris. Ini merupakan perguruan super elite yang sangat menjanjikan seluruh muridnya mendapatkan karir yang tinggi. Aku bisa sekolah di sini karena beasiswa yang kudapat setelah mati-matian belajar dua tahun ini. Mungkin akan sulit berbaur dengan orang-orang kaya..’
“Dengan semangat maksimum, i’m ready!!”
‘Tapi,, aku akan berjuang!!’

Ia mengelilingi perguruan itu, namun tidak menemukan tempat yang dituju. Ia mulai putus asa. Karena sekolah sedang memasuki libur musim semi, otomatis tak ada murid di sana kecuali yang sedang mengikuti klub sekolah. Ia ragu bertanya pada mereka karena mereka terlihat begitu serius.
“Gedung sekolahnya terlalu luas. Apa yang harus kulakukan!?”
“Ada yang bisa kubantu?”
Sebuah suara yang menawarkan bantuan itu datang dari seorang cowok berseragam sekolah. Cowok itu cukup tinggi dengan rambut pirang dan mata berwarna biru berkilauan.
‘Waaah.. kereeen!!’
Sesaat gadis itu tertawan dengan tampannya cowok itu, namun sesaat kemudian ia berusaha menyampaikan maksudnya dengan gugup.
“Eeeh,, itu.. anu.. aku.. siswa baru di sini dan bingung apa yang harus kulakukan.. ee,, ituu..”
‘Uuh,, apa yang kukatakan sih! Memalukan begini!’
Gadis itu sangat gugup hingga wajahnya merah. Laki-laki itu kemudian tersenyum.
“Aku mengerti. Biar kuantar kalau kau mau”
“Be, benarkah!? Waah, terima kasih banyak!!”
Kemudian mereka pun berjalan bersama.
“Tidak masalah. Ng.. kamu murid SMA kan!?”
“I, iya. Aku siswi kelas satu SMA yang baru pindah. Hehe..”
“Gedung SMA yang ada di sebelah sana. Yang di sini gedung SMP. Harap diingat, ya”
“Eeeh!? Be, begitu ya. Maafkan aku!”
“Ahaha, tidak perlu minta maaf. Aku juga siswa SMA kok. Ayo ikut aku!”
“Ba, baik!”
‘Huhu, benar-benar memalukan! Sudah salah gedung pakai diantar pula! Tapi.. dia siswa SMA, ada perlu apa di gedung SMP..?’
Gadis itu berjalan di sebelah laki-laki itu dengan heran sekaligus gugup. Kemudian, cowok itu bertanya lagi.
“Oh iya, besok ada upacara masuk asrama untuk siswa asrama. Apa kau akan tinggal di asrama?”
“Ah, iya. Aku akan tinggal di asrama sekolah ini!”
“Begitu ya? Soalnya aku bukan siswa asrama, sih”
‘Waah! Benar-benar keren!’
Melihatnya tersenyum dengan ramah, gadis itu merasa begitu beruntung bertemu dengannya. Kini giliran gadis itu yang bertanya.
“Eeng, ngomong-ngomong kakak kelas berapa?”
“Tahun ini aku kelas dua kok. Kalau ada yang ingin kau tahu, kau bisa tanya padaku”
“Eeh, baik. Terima kasih banyak. Eeng, kak, sekarang kita mau ke mana?”
“Kita akan ke ruang administrasi sekolah untuk mengurus segalanya. Mulai dari absen, kartu pelajar, sampai sekolah online”
“Hebaat, ada sekolah online juga!?”
“Sekolah online sebenarnya hanya berlaku untuk siswa yang sibuk sebagai pewaris perusahaan atau memiliki penyakit kronis sehingga mereka jarang datang ke sekolah, makanya diadakan sekolah online untuk mereka yang tidak bisa absen di sekolah, namun bisa absen di sekolah online”
“Ooh, begitu , ya..”
“Semua siswa wajib daftar sekolah online jika sewaktu-waktu mereka sakit dan ada keperluan. Meski absen di sekolah, mereka harus hadir di sekolah online. Jadi tidak ada siswa yang tertinggal”
“Benar-benar hebaat!”
Setelah itu, cowok itu menjelaskan hal-hal lain yang berhubungan dengan sistem sekolah. Gadis itu beberapa kali bertanya di bagian yang tidak dipahami dan berdecak kagum dengan sistem yang menurutnya luar biasa itu. Tak heran ini sekolah super elite untuk kalangan atas, pikirnya.
“Begitulah. Karena kau siswa baru, sekalian saja kuantar keliling sekolah. Bagaimana?”
“Ta, tapi.. itu merepotkan, kan? Lagipula kakak pasti ada keperluan lain!”
“Keperluanku bisa diurus orang lain, kok. Tenang saja”
“Waah, hebat. Orang kaya memang beda!”
“Ng.. bukan karena itu juga sih. Nah, ini ruang administrasinya. Aku akan menunggu di sini”
“Ba, baik!”
Kemudian gadis itu masuk sendiri ke dalam ruangan yang ditunjuk cowok itu.
“Orang kaya? Bukankah semua yang bersekolah di sini itu... orang-orang kalangan atas?”

Ruang administrasi, KREEK!
“Pe, permisi..”
“Ya yaa. Ada tamu yang datang ya!?”
“A, ah..”
Seorang wanita berumur 25 tahunan itu menyambutnya dengan ramah.
“Silakan masuk! Ng? Kau siswa baru ya? Ada keperluan apa?”
“Eeng, begini. Aku ingin mengurus pendaftaranku di sekolah ini..”
“Oh, begitu! Ng~~ kau siswa yang mendapat beasiswa itu ya!?”
Wanita itu mengatakannya dengan nada terkejut sambil membetulkan kacamatanya. Gadis itu mulai gugup.
“Iya”
“Ooh, sebenarnya sebelum mengurus pendaftaran, kau harus menemui kepala perguruan untuk minta surat keterangan. Setelah itu kau ke sini lagi, ya”
“Ooh, begitu. Te, terima kasih!”
“Sama-sama!”
Ia keluar dari ruangan itu, dan menutup pintunya sambil menghela napas. Cowok itu kemudian menghampirinya.
“Ah! Sudah ya? Bagaimana?”
“Ng.. ternyata aku harus menemui kepala perguruan dulu untuk meminta surat keterangan”
Laki-laki itu terkejut mendengarnya, sama seperti wanita tadi.
“Ah! Ternyata kamu siswa yang mendapat beasiswa, ya! Maaf aku tidak tahu!”
“Tidak apa-apa. Toh sejak tadi aku tidak bilang”
“Gedung kepala perguruan ada di dekat danau. Sebelum kuantar ke sana, bagaimana kalau keliling sekolah dulu?”
“Ah, baik! Terima kasih!”
‘Waah, kakak ini benar-benar baik! Sepertinya aku akan bisa akrab dengannya! Melewatkan waktu seperti ini, benar-benar.. menyenangkan!!’
Gadis itu benar-benar merasa beruntung. Cowok itu begitu ramah memperlakukannya meski ia kelas satu. Mereka pun kemudian berkeliling sekolah dan cowok itu menjelaskan penggunaan tempat itu. Ia sangat terpukau dengan fasilitas sekolah itu yang bisa dibilang, hampir sempurna. Dan karena cowok itu tentunya.

Selesai berkeliling, akhirnya mereka tiba di...
“Nah, di sini gedung kepala perguruannya”
“Waah, kereeen!!”
“Ayo, masuklah”
Gedung kepala perguruan itu menyerupai gedung putih yang ada di Amerika, namun dengan versi mini dan struktur bangunan yang lebih modern. Mereka membuka ruangan perlahan-lahan.
KREEK!
“Permisi!”
“Waah, jarang-jarang ada siswa yang datang ke sini. Ng? Kalian..”
Mereka sedikit gugup, dan gadis itu lebih gugup lagi karena pria paruh baya yang menyambutnya itu bertampang seram. Namun cowok itu segera menyesuaikan diri dan menyampaikan maksudnya untuk datang ke tempat itu.
“Aku hanya mengantar Nona ini. Dia seorang siswa yang mendapat beasiswa di bagian SMA dan kemari untuk minta surat keterangan dari kepala perguruan”
“Ooh, begitu. Sayang sekali hari ini Pak Kepala tidak ada di sini. Tapi kau bisa minta suratnya padaku”
“Eeeh,, mohon bantuannya!” kata gadis itu sambil menundukkan kepala.
“Tunggu sebentar, ya. Silakan duduk di sana”
“Baik”
Setelah pergi, mereka berdua duduk di bangku panjang yang ditunjuk oleh pria paruh baya itu. Gadis itu masih memandangi punggungnya, dan bertanya pada cowok itu.
“Ng.. kak, dia itu..”
“Dia wakil kepala perguruan. Memang kelihatannya dia galak. Tapi sebenarnya dia adalah orang yang paling dekat dengan siswa”
“Wah, begitu ya”
Mereka terdiam sesaat. Selama terdiam, gadis itu melihat sekeliling gedung yang tampak istimewa. Namun kemudian cowok itu bertanya lagi.
“Oh, ya. Sebenarnya jarang sekali ada siswa yang bisa mendapat beasiswa penuh di sini. Apa keinginanmu untuk sekolah di sini sebegitu besarnya?”
“Iya! Habis sekolah ini benar-benar bagus, sih! Sejak dulu aku ingin sekolah di sini. Aku datang dari ujung kota Inggris. Karena keluargaku ekonominya tergolong biasa saja, orang-orang mengejekku mustahil masuk ke sekolah ini. Setelah itu, aku mati-matian belajar untuk bisa sekolah di sini. Aku memang tidak yakin bisa berbaur dengan kakak atau yang lainnya yang ekonominya lebih tinggi dariku. Tapi.. aku akan berusaha! Ah, maaf ya, aku jadi curhat! Eeng,, tapi kakak tidak usah memikirkannya..”
“Tidak apa-apa.. kau hebat karena bisa memperjuangkan impianmu!”
Cowok itu tersenyum senang sambil menyipitkan matanya. Jantung gadis itu berdetak kencang melihatnya.
‘Waaa! Senyumnya benar-benar kereen!!’
“Maaf membuat kalian menunggu”
“Ah! Tidak apa-apa”
“Tadi kau bilang siswa yang mendapat beasiswa, kan? Boleh aku lihat surat pernyataan dan surat penerimaan beasiswamu?”
“Ah, ini! Silakan!”
Pria paruh baya itu membaca surat-surat itu sekilas, memberinya stempel, dan menyatukan lembaran-lembaran itu dengan steples kemudian menyerahkannya pada gadis itu.
“Nah, sudah selesai. Setelah ini kau bisa mengurus pendaftaranmu”
“Baik, terima kasih banyak, Pak Lucas!”
“Hati-hati”

Setelah keluar dari gedung kepala perguruan, mereka berjalan kembali ke arah bagian SMA.
“Nah, setelah ini kau bisa mengurus pendaftaranmu ke ruang yang tadi”
“Ya”
“Tapi maaf, aku tidak bisa menemanimu ke sana lagi. Mendadak aku ada keperluan. Oh iya, asrama putri ada di sana. Nanti kau bisa mengurusnya saat sudah menerima kartu pelajar dan mendapat kunci kamar dari ruang administrasi!”
“Ah, tidak apa-apa kok, kak! Terima kasih banyak untuk hari ini ya!”
Gadis itu menunduk kembali merasa berterima kasih dengan cowok itu. Kemudian cowok itu kembali tersenyum senang.
“Sama-sama. Namaku Russell Brian Micheline Orlando, ketua Dewan Perguruan Siswa. Sampai ketemu lagi dan selamat datang di SMA Escoriale!”
“Ah, namaku.. Angelica Steva Fiammatta Sandoras! Terima kasih banyak, Kak Russell!!”
Kembali gadis itu merasa begitu beruntung. Ia merasa itu adalah satu hari yang sangat luar biasa. Namun, semua itu hanyalah awal bagi kehidupan barunya di sekolah itu...
‘Waah, aku benar-benar bersyukur bisa mengenalnya. Apalagi dia ketua dewan perguruan siswa. Benar-benar hebat! Ng?’
“KETUA DEWAN PERGURUAN SISWAAA!!?”

Dan debutnya sebagai siswa SMA,, akan segera dimulai...

0 comment:

Posting Komentar

 

Diana Rachmawati Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template