'P
|
erasaan
yang ingin kujaga kini, akan kubawa hingga akhir hayatku…'
“Aku
sudah siap, bu!”
“Apa
benar kau tidak apa-apa sendirian, nak? Ibu khawatir padamu”
“Tenang
saja, bu. Aku kuat kok! Aku akan berusaha dengan baik!”
“Baiklah
kalau itu memang keinginanmu”
“Kalau
begitu aku berangkat ya, bu!”
“Hati-hati
ya!”
'Dan
jalan menuju takdir itu.. akan kumulai hari ini…'
Musim
semi, London.
“Waaah,
benar-benar ramaaai!!”
Seorang
gadis yang baru tiba di ibukota Inggris itu berdiri didepan stasiun sambil
berdecak kagum melihat keramaian pusat kota. Ia begitu senang melihatnya, dan
berharap...
‘Untukku
yang pertama kali datang ke London, benar-benar..’
“Hei,
kau yang ada di sana!! Tolong tangkap petinyaaa!!”
“Hah!?”
‘Sesuatu..
yang tidak pernah kusangka sebelumnya..’
Sebuah
kotak kecil berupa peti harta karun itu melayang di atasnya. Gadis itu baru
menyadarinya saat seseorang berteriak meminta dia menangkap petinya, namun...
BRUK!
“Uuuggh~~”
Sayangnya,
ia gagal menangkapnya.
Seorang
cowok yang teriak tadi menghampiri gadis yang terduduk di jalanan gara-gara
tertimpa peti itu. Sekilas, gadis itu tampak tertawan dengan tampannya pria
itu, namun...
“Kau
ini!! Sudah kubilang tangkap kenapa tidak kau lakukan!?”
Seketika
gadis itu langsung mengubur dalam-dalam kesan pertamanya melihat cowok itu saat
ia dimarahi olehnya dengan tampang menyebalkan.
“Aku
sudah tangkap kok! Hanya saja tidak kena!! Kenapa kau jadi marah-marah!?”
“Soalnya
isi peti ini penting sekali!! Kalau rusak,, kau harus tanggung jawab!!”
“Apa!?
Apa-apaan kau ini!? Belum kenal sudah minta pertanggung jawaban seperti itu!!”
Mereka
terus beradu mulut. Namun tepat sebelum menjadi pusat perhatian orang-orang di
sekitar, seorang teman si cowok itu memanggilnya dari kejauhan.
“Hei
Johan,, sudah ketemu belum!? Ayo cepaat!!”
“Baik!!
Dasar cewek memang merepotkan!”
“Apa!?
Dasar laki-laki egois!!”
“Uugh~~
baiklah baik!! Aku minta maaf!! Sampai ketemu lagi!!”
Gadis
itu kemudian memasang tampang kesal setelah cowok itu pergi. Kesal, sekaligus
heran karena sebelum cowok itu pergi, ia...
‘Kenapa
tiba-tiba dia tersenyum begitu!? Benar-benar menyebalkan!!’
“Ah
gawat!! Aku harus segera ke sana!! Tapii~~ bagaimana mencari alamat ini di
London yang seluas inii!!”
Sebuah
mobil polisi tiba di sebuah gedung yang sangat mewah. Gadis itu turun dari
mobil itu. Yap, ia menanyakan alamat yang menjadi tujuannya itu ke kantor
polisi yang beruntungnya bersedia mengantarnya ke tempat ini.
“Nah,,
di sini!!”
“Ah,
terima kasih banyak!!”
BRRUUM!
Mobil polisi itu pun berlalu.
“Huuh,,
untunglah ada yang bersedia mengantarku sampai ke sekolah ini.. waah,,
besaaarr!!!”
‘Tujuanku
adalah Perguruan Afiliasi Universitas Escoriale, merupakan perguruan yang
terkenal di seluruh Inggris. Ini merupakan perguruan untuk anak kalangan
politik, bisnis, bahkan semua ahli
kebidangan seluruh Inggris. Ini merupakan perguruan super elite yang sangat
menjanjikan seluruh muridnya mendapatkan karir yang tinggi. Aku bisa sekolah di
sini karena beasiswa yang kudapat setelah mati-matian belajar dua tahun ini.
Mungkin akan sulit berbaur dengan orang-orang kaya..’
“Dengan
semangat maksimum, i’m ready!!”
‘Tapi,,
aku akan berjuang!!’
Ia
mengelilingi perguruan itu, namun tidak menemukan tempat yang dituju. Ia mulai
putus asa. Karena sekolah sedang memasuki libur musim semi, otomatis tak ada
murid di sana kecuali yang sedang mengikuti klub sekolah. Ia ragu bertanya pada
mereka karena mereka terlihat begitu serius.
“Gedung
sekolahnya terlalu luas. Apa yang harus kulakukan!?”
“Ada
yang bisa kubantu?”
Sebuah
suara yang menawarkan bantuan itu datang dari seorang cowok berseragam sekolah.
Cowok itu cukup tinggi dengan rambut pirang dan mata berwarna biru berkilauan.
‘Waaah..
kereeen!!’
Sesaat
gadis itu tertawan dengan tampannya cowok itu, namun sesaat kemudian ia
berusaha menyampaikan maksudnya dengan gugup.
“Eeeh,,
itu.. anu.. aku.. siswa baru di sini dan bingung apa yang harus kulakukan..
ee,, ituu..”
‘Uuh,,
apa yang kukatakan sih! Memalukan begini!’
Gadis
itu sangat gugup hingga wajahnya merah. Laki-laki itu kemudian tersenyum.
“Aku
mengerti. Biar kuantar kalau kau mau”
“Be,
benarkah!? Waah, terima kasih banyak!!”
Kemudian
mereka pun berjalan bersama.
“Tidak
masalah. Ng.. kamu murid SMA kan!?”
“I,
iya. Aku siswi kelas satu SMA yang baru pindah. Hehe..”
“Gedung
SMA yang ada di sebelah sana. Yang di sini gedung SMP. Harap diingat, ya”
“Eeeh!?
Be, begitu ya. Maafkan aku!”
“Ahaha,
tidak perlu minta maaf. Aku juga siswa SMA kok. Ayo ikut aku!”
“Ba,
baik!”
‘Huhu,
benar-benar memalukan! Sudah salah gedung pakai diantar pula! Tapi.. dia siswa
SMA, ada perlu apa di gedung SMP..?’
Gadis
itu berjalan di sebelah laki-laki itu dengan heran sekaligus gugup. Kemudian,
cowok itu bertanya lagi.
“Oh
iya, besok ada upacara masuk asrama untuk siswa asrama. Apa kau akan tinggal di
asrama?”
“Ah,
iya. Aku akan tinggal di asrama sekolah ini!”
“Begitu
ya? Soalnya aku bukan siswa asrama, sih”
‘Waah!
Benar-benar keren!’
Melihatnya
tersenyum dengan ramah, gadis itu merasa begitu beruntung bertemu dengannya. Kini
giliran gadis itu yang bertanya.
“Eeng,
ngomong-ngomong kakak kelas berapa?”
“Tahun
ini aku kelas dua kok. Kalau ada yang ingin kau tahu, kau bisa tanya padaku”
“Eeh,
baik. Terima kasih banyak. Eeng, kak, sekarang kita mau ke mana?”
“Kita
akan ke ruang administrasi sekolah untuk mengurus segalanya. Mulai dari absen,
kartu pelajar, sampai sekolah online”
“Hebaat,
ada sekolah online juga!?”
“Sekolah
online sebenarnya hanya berlaku untuk siswa yang sibuk sebagai pewaris
perusahaan atau memiliki penyakit kronis sehingga mereka jarang datang ke
sekolah, makanya diadakan sekolah online untuk mereka yang tidak bisa absen di
sekolah, namun bisa absen di sekolah online”
“Ooh,
begitu , ya..”
“Semua
siswa wajib daftar sekolah online jika sewaktu-waktu mereka sakit dan ada
keperluan. Meski absen di sekolah, mereka harus hadir di sekolah online. Jadi
tidak ada siswa yang tertinggal”
“Benar-benar
hebaat!”
Setelah
itu, cowok itu menjelaskan hal-hal lain yang berhubungan dengan sistem sekolah.
Gadis itu beberapa kali bertanya di bagian yang tidak dipahami dan berdecak
kagum dengan sistem yang menurutnya luar biasa itu. Tak heran ini sekolah super
elite untuk kalangan atas, pikirnya.
“Begitulah.
Karena kau siswa baru, sekalian saja kuantar keliling sekolah. Bagaimana?”
“Ta,
tapi.. itu merepotkan, kan? Lagipula kakak pasti ada keperluan lain!”
“Keperluanku
bisa diurus orang lain, kok. Tenang saja”
“Waah,
hebat. Orang kaya memang beda!”
“Ng..
bukan karena itu juga sih. Nah, ini ruang administrasinya. Aku akan menunggu di
sini”
“Ba,
baik!”
Kemudian
gadis itu masuk sendiri ke dalam ruangan yang ditunjuk cowok itu.
“Orang
kaya? Bukankah semua yang bersekolah di sini itu... orang-orang kalangan atas?”
Ruang
administrasi, KREEK!
“Pe,
permisi..”
“Ya
yaa. Ada tamu yang datang ya!?”
“A,
ah..”
Seorang
wanita berumur 25 tahunan itu menyambutnya dengan ramah.
“Silakan
masuk! Ng? Kau siswa baru ya? Ada keperluan apa?”
“Eeng,
begini. Aku ingin mengurus pendaftaranku di sekolah ini..”
“Oh,
begitu! Ng~~ kau siswa yang mendapat beasiswa itu ya!?”
Wanita
itu mengatakannya dengan nada terkejut sambil membetulkan kacamatanya. Gadis itu
mulai gugup.
“Iya”
“Ooh,
sebenarnya sebelum mengurus pendaftaran, kau harus menemui kepala perguruan
untuk minta surat keterangan. Setelah itu kau ke sini lagi, ya”
“Ooh,
begitu. Te, terima kasih!”
“Sama-sama!”
Ia keluar
dari ruangan itu, dan menutup pintunya sambil menghela napas. Cowok itu
kemudian menghampirinya.
“Ah!
Sudah ya? Bagaimana?”
“Ng..
ternyata aku harus menemui kepala perguruan dulu untuk meminta surat
keterangan”
Laki-laki
itu terkejut mendengarnya, sama seperti wanita tadi.
“Ah!
Ternyata kamu siswa yang mendapat beasiswa, ya! Maaf aku tidak tahu!”
“Tidak
apa-apa. Toh sejak tadi aku tidak bilang”
“Gedung
kepala perguruan ada di dekat danau. Sebelum kuantar ke sana, bagaimana kalau
keliling sekolah dulu?”
“Ah,
baik! Terima kasih!”
‘Waah,
kakak ini benar-benar baik! Sepertinya aku akan bisa akrab dengannya!
Melewatkan waktu seperti ini, benar-benar.. menyenangkan!!’
Gadis
itu benar-benar merasa beruntung. Cowok itu begitu ramah memperlakukannya meski
ia kelas satu. Mereka pun kemudian berkeliling sekolah dan cowok itu
menjelaskan penggunaan tempat itu. Ia sangat terpukau dengan fasilitas sekolah
itu yang bisa dibilang, hampir sempurna. Dan karena cowok itu tentunya.
Selesai
berkeliling, akhirnya mereka tiba di...
“Nah,
di sini gedung kepala perguruannya”
“Waah,
kereeen!!”
“Ayo,
masuklah”
Gedung
kepala perguruan itu menyerupai gedung putih yang ada di Amerika, namun dengan
versi mini dan struktur bangunan yang lebih modern. Mereka membuka ruangan
perlahan-lahan.
KREEK!
“Permisi!”
“Waah,
jarang-jarang ada siswa yang datang ke sini. Ng? Kalian..”
Mereka
sedikit gugup, dan gadis itu lebih gugup lagi karena pria paruh baya yang
menyambutnya itu bertampang seram. Namun cowok itu segera menyesuaikan diri dan
menyampaikan maksudnya untuk datang ke tempat itu.
“Aku
hanya mengantar Nona ini. Dia seorang siswa yang mendapat beasiswa di bagian SMA
dan kemari untuk minta surat keterangan dari kepala perguruan”
“Ooh,
begitu. Sayang sekali hari ini Pak Kepala tidak ada di sini. Tapi kau bisa
minta suratnya padaku”
“Eeeh,, mohon bantuannya!” kata
gadis itu sambil menundukkan kepala.
“Tunggu sebentar, ya. Silakan
duduk di sana”
“Baik”
Setelah
pergi, mereka berdua duduk di bangku panjang yang ditunjuk oleh pria paruh baya
itu. Gadis itu masih memandangi punggungnya, dan bertanya pada cowok itu.
“Ng.. kak, dia itu..”
“Dia
wakil kepala perguruan. Memang kelihatannya dia galak. Tapi sebenarnya dia
adalah orang yang paling dekat dengan siswa”
“Wah,
begitu ya”
Mereka
terdiam sesaat. Selama terdiam, gadis itu melihat sekeliling gedung yang tampak
istimewa. Namun kemudian cowok itu bertanya lagi.
“Oh,
ya. Sebenarnya jarang sekali ada siswa yang bisa mendapat beasiswa penuh di
sini. Apa keinginanmu untuk sekolah di sini sebegitu besarnya?”
“Iya!
Habis sekolah ini benar-benar bagus, sih! Sejak dulu aku ingin sekolah di sini.
Aku datang dari ujung kota Inggris. Karena keluargaku ekonominya tergolong
biasa saja, orang-orang mengejekku mustahil masuk ke sekolah ini. Setelah itu,
aku mati-matian belajar untuk bisa sekolah di sini. Aku memang tidak yakin bisa
berbaur dengan kakak atau yang lainnya yang ekonominya lebih tinggi dariku.
Tapi.. aku akan berusaha! Ah, maaf ya, aku jadi curhat! Eeng,, tapi kakak tidak
usah memikirkannya..”
“Tidak
apa-apa.. kau hebat karena bisa memperjuangkan impianmu!”
Cowok
itu tersenyum senang sambil menyipitkan matanya. Jantung gadis itu berdetak
kencang melihatnya.
‘Waaa!
Senyumnya benar-benar kereen!!’
“Maaf
membuat kalian menunggu”
“Ah!
Tidak apa-apa”
“Tadi
kau bilang siswa yang mendapat beasiswa, kan? Boleh aku lihat surat pernyataan
dan surat penerimaan beasiswamu?”
“Ah,
ini! Silakan!”
Pria
paruh baya itu membaca surat-surat itu sekilas, memberinya stempel, dan
menyatukan lembaran-lembaran itu dengan steples kemudian menyerahkannya pada
gadis itu.
“Nah,
sudah selesai. Setelah ini kau bisa mengurus pendaftaranmu”
“Baik,
terima kasih banyak, Pak Lucas!”
“Hati-hati”
Setelah
keluar dari gedung kepala perguruan, mereka berjalan kembali ke arah bagian
SMA.
“Nah,
setelah ini kau bisa mengurus pendaftaranmu ke ruang yang tadi”
“Ya”
“Tapi
maaf, aku tidak bisa menemanimu ke sana lagi. Mendadak aku ada keperluan. Oh
iya, asrama putri ada di sana. Nanti kau bisa mengurusnya saat sudah menerima
kartu pelajar dan mendapat kunci kamar dari ruang administrasi!”
“Ah,
tidak apa-apa kok, kak! Terima kasih banyak untuk hari ini ya!”
Gadis
itu menunduk kembali merasa berterima kasih dengan cowok itu. Kemudian cowok
itu kembali tersenyum senang.
“Sama-sama.
Namaku Russell Brian Micheline Orlando, ketua Dewan Perguruan Siswa. Sampai
ketemu lagi dan selamat datang di SMA Escoriale!”
“Ah,
namaku.. Angelica Steva Fiammatta Sandoras! Terima kasih banyak, Kak Russell!!”
Kembali
gadis itu merasa begitu beruntung. Ia merasa itu adalah satu hari yang sangat
luar biasa. Namun, semua itu hanyalah awal bagi kehidupan barunya di sekolah
itu...
‘Waah,
aku benar-benar bersyukur bisa mengenalnya. Apalagi dia ketua dewan perguruan
siswa. Benar-benar hebat! Ng?’
“KETUA
DEWAN PERGURUAN SISWAAA!!?”
Dan
debutnya sebagai siswa SMA,, akan segera dimulai...
0 comment:
Posting Komentar